Delapan Segmen New Media Iklan

Dalam menyusun segmentasi generik kelas Indonesia kami menggunakan pendekatan segmentasi psikografis yaitu pendekatan segmentasi yang mengacu pada hobi, sikap, minat atau gaya hidup. Pendekatan segmentasi psikografis memiliki keunggulan karena memberikan pemahaman yang kayaterhadap atribut-atribut psikografis yang secara langsung dan signifikan mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Dalam penelitian ini kami menggunakan tiga dimensi segmentasi untuk memetakan nilai-nilai, sikap, dan perilaku dan gaya hidup konsumen, yaitu : tingkat kepemilikan menggambarkan tingkat sumber daya yang dimiliki terutama sumber daya finansial yang mempengaruhi kemampuan daya beli dan konsumsi terhadap berbagai barang dan jasa. Tingkat pengetahuan, wawasan, keterbukaan pikiran, adopsi informasi dan teknologi, visi dan tujuan hidup, penerimaan terhadap berbagai barang dan jasa. Tingkat keterhubungan sosial menggambarkan tingkat keterhubungan seseorang dengan lingkungan sosialnya. Dengan mengacu pada dimensi nilai-nilai konsumen, yaitu : tingkat kepemilikansumber daya, tingkat pengetahuan atau wawasan dan koneksi sosial berhasil mengidentifikasikan ke delapan segmen kelas menengah Indonesia.

Dengan ini saya akan menuliskan satu dari delapan segmen yaitu, segmen follower. Follower umumnya adalah kalangan anak muda yang masih membutuhkan panutan untuk menemukan dan menunjukan eksistensinya, karena anak muda masih dalam masa pencarian jati diri yang belum mempunyai pengalaman dan wawasannya masih terbatas. Mereka adalah generasi yang masih labil, karena hal ini tampilan fisik, barang mahal atau citra diri menjadi sesuatu yang penting bagi mereka dan teman adalah segalanya, dunianya hanya di penuhi dengan teman maka dari itu diterima dilingkugan teman merupakan sesuatu yang amat penting bagi mereka, waktu mereka banyak dengan teman. Disini saya telah melakukan survey terhadap seorang tokoh segmentasi kelas menengah yaitu follower. Dia adalah seorang anak muda yang bernama siye, siye ini adalah seorang mahasiswa disuatu Universitas Yogyakarta dia termasuk mahasiswa yang tidak aktif dengan organisasi di kampusnya bahkan sangat jarang berinteraksi dengan kegiatan yang ada dikampus. Dibalik sifat siye yang tidak suka dengan aktivitas dikampus, siye mempunyai banyak teman diluar area kampus, mereka sering sekali kumpul dibasecampnya siye juga termasuk anak yang taat dalam beribadah jika sudah waktunya sholat siye dan teman-temannya bergegas kemasjid. Siye ini termasuk mahasiswa yang pintar melihat peluang dan siye juga temasuk orang yang tidak bisa disuruh-suruh dia lebih bossy, hingga saatnya dia membuka suatu usaha yang dijalankan bersama teman-temannya dan siye terlalu asik dengan pekerjaannya sekarang hingga lupa dengan kuliah yang sedang ditempuhnya. Usahanya cukup lancar tetapi siye kurang bisa manajemen penghasilannya dan meberikan sebagian hasilnya untuk orangtuanya sisanya siye untuk membeli keperluannya dan keinginannya misalkan, membeli sepatu branded, kaos branded, mentraktir temannya tanpa menyisihkan untuk menabung. Tiada hari tanpa temannya semua aktivitas dilakukan bersama temannya. Pada akhirnya siye dan teman teman mulai mengembangkan usaha dan mereka tinggal disatu rumah. Siye termasuk orang yang tidak bisa hidup tanpa temannya, bagi dia teman segalanya yang sudah menemani jatuh bangun membuat usahanya.  

 

 

 

Pertanyaan :

1.      Bagaimana harapan dan cita-cita mereka ?

Harapan dan cita-cita mereka adalah membuka usaha atau bisnis yang bisa membuat mereka memenuhi segala keinginan dan membuat peluang pekerjaan, disisi lain membuat usaha ini supaya tidak terikat dengan waktu dan peraturan yang ada jadi fleksibel. Walaupun penghasilan tidak tetap mereka tetap senang menjalankan usaha ini karena sesuai dengan hobby dan keinginan mereka.

2.      Faktor penting apa yang ada di hidup mereka ?

Faktor penting dihidup mereka adalah agama atau beribadah, karena agama adalah segalanya dan sebagai tiang yang kokoh, landasan hidup. Pekerjaan, karena pekerjaan itu membantu kita untuk mencapai sebuah keinginan dan membantu sedikit beban orang tua. Teman, karena temanlah yang menjadi relasi yang luas untuk mengawali sebuah usaha dengan mempunyai banyak teman akan memudahkan untuk memperkenalkan usaha yang sedang dibuat.

3.      Obsesi mereka tentang hidup mereka

Obsesi mereka adalah membuat usaha sendiri yang dari hari ke hari semakin membaik dan bisa menjalankan usaha tanpa berat hati karena usaha yang di inginkan mereka adalah hobynya. Terobsesi supaya usahanya semakin banyak dikenal, dan dipergunakan karena hasil dan karyanya.

4.      Motivasi

Motivasinya adalah berani mengambil resiko saat memulai usaha, pantang menyerah

5.      Pola dan management mereka

Pola management mereka belum terlalu dibentuk, karena belum ada struktur yang jelas didalam usahanya ini mereka melakukan bersama dan tentunya yang paling banyak menerima hasil yang mengeluarkan modal yang paling banyak dan selebihnya dibagi sesuai job yang dikerjakan. Tetapi semua sudah memiliki job masing-masing misalkan, admin media sosial, editing dan joblainnya sudah sangat mendukung untuk mengembangkan usahanya. Bahkan sangat mengikuti trend dari editing dan gaya fotonya.

 

Kalau mereka menjadi konsumen, kira-kira konsumen seperti apa mereka itu?

mereka termasuk konsumen yang irrasional karena mudah tertarik dengan barang yang sedang trend atau yang sedang eksis di media cetak maupun media sosial. Mereka juga cepat tergiur dengan barang bukan berdasarkan kebutuhan tetapi keinginan atau gengsi dan juga mereka memilih barang yang bermerk atau brended yang sudah dikenal banyak orang karena menjadikan kepuasan tersendiri.

 

Komentar